Membangun Sains dan Teknologi Menurut Kehendak Tuhan


Kita mengetahui bahwa sains dan teknologi hanya bisa kita dapat dengan mencarinya (tholabul ilmi). Maka dari itu sudah sesuaikah Ilmu yang kita cari maupun yang sudah di dapat dengan yang diajarkan Allah dan rosulnya ?.

E-book ini membantu kita untuk dapat mengetahui apa tujuan kita mencari ilmu, selain itu e-book ini berupaya menyadarkan kembali para pembaca tentang hakikat sains dan teknologi sebagai anugerah Allah yang Maha pengasih lagi Maha penyayang. Sebagaimana amal pakar-pakar muslim terdahulu, justru dengan ilmunya dijadikan media mendekatkan dirinya kepada Sang Maha Pencipta. E-book ini juga mengajak kita menjadi ilmuwan dan pakar teknologi yang semakin meningkatkan ketaqwaannya kepada Allahus Sami’un Alim. Karena hanya dengan ketaqwaan, Allah akan mengajarkan dan menambahkan ilmu-ilmuNya kepada hambaNya. Dan Hanya karena rahmat dan karuniaNya pula, para ilmuwan akan mampu memanfaatkan ilmu dan teknologinya untuk meningkatkan martabat kehidupan kemanusiaan.
Berikut Resensi cuplikan dari E-book ini:

Umat Islam melalui para pemimpin Islam, ulama dan cendekiawan Muslim pada akhir abad ke XIV H telah mencanangkan Abad ke XV H sebagai Abad Kebangkitan Islam. Kebangkitan Islam adalah merupakan respons dan sebagai bukti tanggung jawab para ulama, cendekiawan muslim dan para pemimpin Islam terhadap keadaan dunia yang kacau balau. Ketidakadilan, penindasan, penjajahan dan kebiadaban dalam berbagai bentuk telah menghancurkan nilai-nilai kemanusiaan dan mewarnai hampir seluruh pelosok bumi. Penyebabnya adalah karena manusia mengikuti peradaban materi. Maka para ulama, cendekiawan muslim, dan para pemimpin Islam telah menggariskan era perjuangan besar, perjuangan membangun kemanusiaan, dengan merumuskan bahwa tugas kebangkitan Islam adalah menggantikan peradaban materi dengan peradaban nilai. (Al-Islam wa Mustaqbal al-Hadlarah. Subkhi al-Salih. Beirut, 1982). Jadi Kebangkitan Islam bukanlah berarti umat Islam akan menjajah umat atau bangsa lain. Kebangkitan Islam hadir karena memang misi Islam adalah rahmatan lil’alamin, menyejahterakan umat manusia, menyelamatkan manusia dunia
dan akhiratnya.

“…semakin sains dan teknologi berkembang, semakin sedikit manusia yang bersyukur. Malah kejahatan di kalangan manusia bertambah kejam. Adakalanya manusia bukan seperti manusia lagi, karena sudah hilang kemanusiannya…”

Mengapa dengan semakin berkembangnya ilmu pengetahuan tetapi manusia semakin jauh dari ketenangan dan kebahagiaan? Tentu ini bukan karena ilmu pengetahuan adalah sesuatu yang mesti dibuang. Sebenarnya yang menjadi masalah pada dunia dari dulu sampai sekarang bukan karena sains tersebut yang awalnya neutral, bukan juga karena material-material yang sudah wujud, seperti batu, besi, perak, timah atau hasil buatan manusia seperti kapal terbang, kereta api, mobil, sepeda dan lain-lain, bukan juga karena benda-benda yang ada di alam seperti buah-buahan dan tanam-tanaman. Tetapi yang menjadi masalah adalah pada manusianya. Manusia sudah tidak faham mengapa mereka hidup di muka bumi ini. Maka manusia sudah tidak pandai hidup. Sebenarnya manusia dicipta oleh Allah dengan 2 (dua) tujuan utama yaitu untuk menjadi hamba yang beribadah kepadaNya dan menjadi khalifahNya di muka bumi ini. Allah berfirman dalam Al Qur’an yang maksudnya :

Manusia dan Jin, Peringatan untuk Manusia dan Jin
Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepadaKu, (QS: Ad Dzariat 56)


“Sesungguhnya Aku hendak menciptakan seorang khalifah di muka bumi ini.” (QS: Al Baqarah: 30)


Dan Dialah yang menjadikan kamu khalifah di mukabumi ini; (QS: Al Fathir 39)

Seperti juga sholat, zakat, puasa, sedekah dan lain-lain yang merupakan alat atau wahana untuk melaksanakan 2 tujuan hidup manusia tadi, maka menuntut, mengkaji dan mengembangkan sains dan teknologipun sebenarnya adalah alat atau wahana untuk beribadah kepada Allah dan menyempurnakan tugas sebagai khalifah Allah di muka bumi.

Abuya Syeikh Imam Ashaari Muhammad At Tamimi menegaskan bahwa semua aktifitas keseharian kita termasuk mengkaji dan mengembangkan sains dan teknologi dapat bernilai ibadah bahkan perjuangan di sisi Allah bila memenuhi 5 syarat ibadah yaitu :

1. Niat yang betul, yaitu karena untuk membesarkan Allah. Sabda Rasulullah SAW :
“Sesungguhnya amalan-amalan itu tergantung dengan niatnya dan yang didapat setiap orang itu sesuai dengan apa yang dia niatkan.
“Niat orang mukmin itu adalah lebih baik daripadaamalannya. “

2. Pelaksanaannya benar-benar di atas landasan syariat atau aturan Allah
3. Perkara atau subyek yang menjadi tumpuan untuk dilaksanakan atau dikaji itu mestilah mendapat keredhaan Allah. Subyek yang paling utama mestilah suci agar benar-benar menjadi ibadah
4. kepada Allah.
5. Natijah (Hasil) mesti baik karena merupakan pemberian Allah kepada hamba-Nya. Dan setelah itu, hamba-hamba yang dikaruniakan rahmat itu wajib bersyukur kepada ALLAH dengan berzakat, melakukan korban, serta membuat berbagai amal . Jika aktifitas tersebut menghasilkan ilmu yang dicari maka ilmu itu hendaklah digunakan sesuai dengan yang diredhai Allah.
6. Tidak meninggalkan atau melalaikan ibadah-ibadah asas, seperti belajar ilmu fardhu ‘ain, shalat 5 waktu, puasa, zakat dan sebagainya.

Jika 5 syarat ini terpenuhi dengan diiringi hati yang selalu beriman, selalu ingat kepada Allah, terkenang kebesaran dan keagungan Allah, Insya Allah 10 jam setiap hari kita mengkaji dan mengembangkan sains dan teknologi, 10 jam kita dalam keadaan ibadah dan perjuangan di jalan Allah. Para saintis dan teknolog macam inilah yang mesti dilahirkan oleh umat Islam, yaitu para saintis dan teknolog yang bertaqwa, yang hidup matinya untuk Allah, yang kenal, cinta dan takutkan Allah.

Adapun isi dari E-book ini selengkapnya antara lain:
 Sains, Teknologi & Peradaban Islam
 Mengapa Umat Islam Tertinggal Dalam Sains & Teknologi
 Peranan Sains & Teknologi Menurut Islam
 Jadikan Allah Sebagai Pendorong Membangun Sains & Teknologi
 Taqwa, Nilai Kehebatan Saintis & Teknolog
 Taqwa, Rahasia Keunggulan Salafus Saleh Dalam Penguasaan Sains & Teknologi
 Jadikan Sainstis Yang Bertaqwa Sebagai Teladan
 Mukjizat Al Qur’an Tentang Sains & Teknologi
 Sains, Teknologi & Kebangkitan Islam Di Akhir Zaman

Selamat membaca dan selamat bertafakur. Semoga limpahan rahmat dan karunia Allah Maha Pemilik Ilmu, mencerahi jalan hidup dan kehidupan kita di dunia dan akhirat. Amin…
Untuk download E-book nya silahkan Klik di sini.

Outsource: ebook-cuma-cuma.blogspot.com


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s